Keyakinan Publik ke KPK Menurun, ICW: Sejak Firli Dilantik Tidak Ada Prestasi

–>

Suara. com – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengiakan tidak heran kepercayaan publik kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menurun. Kepercayaan publik tersebut langsung merosot di era kepemimpinan Firli Bahuri.

“Menurunnya tingkat kepercayaan publik pada KPK merupakan hal yang wajar dan telah diprediksi jauh-jauh keadaan sebelumnya. Sebab, sejak Komjen Firli Bahuri dilantik menjadi Ketua KPK praktis memang tidak ada prestasi yang dapat dibanggakan dari institusi anti rasuah ini, ” ungkap Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, dikonfirmasi, Senin (8/6/2020).

Selain itu, hasil survei lembaga Indikator Politik menyebut KPK hanya berada di posisi keempat dengan persentase 74, 7 komisi, dibawah TNI, Presiden dan Institusi Polri.

Menurut Kurnia, KPK mulai bisa dikatakan melemah sejak pemilihan pimpinan KPK lalu, hingga adanya perbaikan pada UU KPK.

“Kondisi carut marut pemberantasan korupsi ini tidak mampu dilepaskan dari kejadian yang terjadi pada tahun 2019 yang lulus. Mulai dari proses seleksi Pimpinan KPK sampai perubahan regulasi UU KPK, ” ucap Kurnia.

“Proses seleksi Pimpinan KPK misalnya, publik “dipaksa” untuk berdamai dengan kepemimpinan Firli Bahuri yang kerap kali men kebijakan kontroversial dibanding menunjukkan prestasi, ” Kurnia menambahkan.

Lebih lanjut, dia menyebut UU KPK baru dengan kini diterapkan malah semakin benar melululantahkan kewenangan KPK yang bagaikan hilang tajinya dalam pemberantasan korupsi.

Tak hanya itu, dengan dibentuknya Dewan Pengawas berpotensi menghambat penegakan hukum kedepannya. Mengingat dewan pengawas memiliki kewenangan luar biasa.

Untuk itu ia menghargai pihak yang harus bertanggung jawab adalah Presiden Joko Widodo ataupun Jokowi, DPR, dan Ketua KPK Firli Bahuri.

“Atau mungkin bisa dibalik, apakah kondisi suram seperti tersebut yang memang diinginkan oleh Presiden Joko Widodo, anggota DPR RI, dan Ketua KPK?, ” tutup Kurnia.