Penuh Pelanggaran Lalin, ETLE dan Tilang Manual Berlaku Pekan Depan

–>

Suara. com – “Selama masa pandemik kemarin, bagian memprioritaskan penanganan  kegiatan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Karena lebih fokus ke sana dan tidak melakukan tindakan atas pelanggaran awut-awutan lintas, kami melihat bahwa kedisiplinan masyarakat, kepatuhan masyarakat terhadap susunan perundang-undangan lalu lintas terjadi kemerosotan, ” demikian penuturan Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, dikutip dari Korlantas Polri.

Sebab karena itu, Direktorat Lalu Lin Polda Metro Jaya akan mengesahkan kembali Electronic-Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik. Di Jakarta, aturan ini mulai diberlakukan pekan depan, bersamaan tilang manual.

Petugas Ditlantas Polda Metro Hebat menjelaskan sistem tilang elektronik pada warga saat Grand Launching Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE), tarikh lalu [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak]

“Tilang elektronik kita berlakukan bersamaan dengan pelaksanaan tilang manual, ” jelas Kombes Sambodo Purnomo Yogo.

Disebutkan Dirlantas Polda Metro Jaya bahwa langkah kembali memberlakukan tilang dilaksanakan atas pertimbangan banyaknya pelanggaran lalu lintas di era PSBB. Polisi menemukan banyak peristiwa yang berpotensi menimbulkan kecelakaan semrawut lintas.

“Banyak sekali pelanggaran lalu lin yang ditemukan, seperti melawan arus, melanggar batas stop line, menyalahi lampu merah, tidak menggunakan helm, sepeda motor naik ke tiang layang non-tol dan lain sebagainya, ” tambahnya.

Atas pertimbangan itu, Ditlantas Polda Metro Jaya akan memberlakukan kembali penindakan terhadap pelanggar lalu lintas. Ada 15 jenis pelanggaran dengan menjadi sasaran operasi.

“Oleh sebab itu, mulai minggu depan kami akan laksanakan lagi penindakan secara tegas kepada 15 jenis pelanggaran yang kala kami temukan dan berpotensi menerbitkan kecelakaan lalu lintas, ” tandasnya.