Dikenal Ngotot Ingin Berkuasa, Susi Pudjiastuti Beri Jawaban Telak

–>

Suara. com – Mantan Menteri Bahari dan Perikanan Susi Pudjiastuti dianggap ingin berkuasa ketika menyetujui proposal Rizal Ramli yang menggugat Presidential Threshold 20 (PT 20) pada Pilpres.

Namun dukungan Susi atas usulan RR yang menggugat agar PT 20% dihapus hingga jadi nihil justru dianggap seorang warganet sebagai langkah Susi untuk berkuasa.

Untuk diketahui PT 20 adalah Pasal 222 UNDANG-UNDANG nomor 7 Tahun 2017 Mengenai Ambang Batas Pencalonan Presiden ataupun Presidential Threshold.

Bunyi pasal itu merupakan, ” Partai politik atau gabungan partai politik harus memiliki 20 persen kursi DPR ataupun 25 persen suara sah nasional pada Pemilu 2014 untuk mampu mengusung pasangan Capres dan Cawapres di Pilpres “.

Dalam utasannya, Susi mengatakan bahwa perjuangan RR menghapus PT 20 punya jalan kecil untuk menang di Mahkamah Konstitusi, terutama di situasi politik saat ini.

Kendati demikian, Susi lestari mengapresiasi langkah RR memberanikan muncul mengajukan gugatan tersebut.

Perjuangan yang muskil, jauh dari kemungkinan menang/dengan kata lain akan serampangan pada situasi politik, elite, asosiasi saat ini, tapi apa yang Pak RR perjuangkan sepantasnya diapresiasi. Bapak Bangsa ini pernah mengucapkan Negeri ini bukan hanya Daerah akal tapi juga Negeri Kejiwaan , ” tulis Susi Pudjiastuti, Selasa (22/9/2020).

Namun, pendapat Susi ini memiliki sorotan tajam oleh sejumlah warganet. Mereka menganggap bahwa RR mengajukan gugatan PT 20 hanya sebab ia ingin mencalonkan diri jadi presiden.

Susi kemudian menegaskan bahwa gugatan PT 20% punya dampak menganjurkan kesempatan lebih besar untuk segenap pemimpin dari kalangan mana selalu, bukan hanya yang memiliki pertolongan partai.

Kenapa ketidaksukaan pribadi kepada seseorang membuat Anda lengah bahwa PT 20% itu memesona seluruh bangsa untuk mendapatkan kesempatan lebih besar dipimpin oleh kepala yang berpihak kepada rakyat tidak hanya yang memiliki dukungan dibanding partai yang memiliki 20% perkataan saja. Coba pikir dengan dalam, ” jawab Susi pada seorang warganet.