Gubernur Sumut Klaim Turunkan Angka Janji dan Naikkan Kesembuhan Corona

–>

Suara. com – Gubernur Provinsi Sumatera Utara Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi mengklaim terjadi peningkatan angka kesembuhan Covid-19 di wilayahnya sebesar 5, satu persen dari satu minggu berserakan sebesar 65, 5 persen menjelma 70, 6 persen.

Sementara itu, dia juga menyebut bahwa angka moralitas berhasil diturunkan dari 4, satu persen menjadi 4, 1 minggu pada pekan lalu.

“Kami telah menutup semua tempat-tempat hiburan yang telah kami berikan peringatan sebelumnya namun tentu tidak menaati protokol kesehatan. Kira-kira pendapat masyarakat saya gubernur sewenang-wenang, tetapi ini tetap harus dikerjakan karena bila didiamkan bisa berakhir saudara-saudara kita” ujar Edy melalaikan keterangannya yang diterima suara. com, Selasa (6/10/2020).

Untuk terus menggenjot jalan ini,   Pemprov Sumut alhasil berkolaborasi dengan Tim task Force Covid-19 Kemenkes RI, untuk menekan angka penularan sehingga jumlah target tidak semakin bertambah.

Gubernur Provinsi Sumatera Utara Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi. (Dokumentasi Kemenkes RI)

Pada sisi lain Ketua Tim Taskforce Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander Kaliaga Ginting Suka, Sp. P, F. C. C. P, mengakui Sumut sudah banyak perubahan serta perkembangan dalam menangani Covid-19, mulai dari bulan April, Mei, Juni dan sampai September ini.

Lebih lanjut kata dr. Alex, untuk menambah percepatan penanganan sangat penting menunjuk metode komunikasi, apakah yang zaman ini dilakukan sudah maksimal? Perlunya strategi untuk mengedukasi masyarakat biar lebih mudah diarahkan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan.

dr. Alex memberi masukan bahwa jika protokol kesehatan ingin diterapkan secara maksimal, itu harus menjadi sebuah Gerakan Kemasyarakatan dengan instrumen keberhasilannya ialah Gerakan Kemasyarakatan di tingkat kelurahan.

Di sisi asing, pemerintah menyiapkan segala sarana serta prasarananya, seperti tenaga kesehatan, awak surveilans dan tempat isolasi guna memisahkan yang positif untuk menghalangi agar tidak terjadi penularan.

Menutup pertemuan, dr. Alex menekankan bahwa selain Covud-19, pemerintah tetap memperhatikan rencana priotitas lainnya.

“Meskipun saat ini kita fokus dengan penanganan Covid-19, Pemerintah tidak lantas meninggalkan program-program prioritas lainnya, semua tetap berjalan & menjadi perhatian pemerintah” jelas dr. Alex.