Urusan Ayah Ajak Anaknya Bunuh Diri, Heboh Surat Wasiat Isinya Mengejutkan

Ilustrasi–Lokasi percobaan bunuh muncul. (Suara. com/Andi)

Dugaan percobaan pati padam diri tersebut, EG berhasil diselamatkan sedangkan anaknya IM meninggal kala dalam perjalanan menuju RSUD Loekmono Hadi Kudus.

SuaraJawaTengah. id – Selain diduga membunuh anaknnya, pria berinisial EG (48) diduga sempat menuliskan pesan saat bermaksud melakukan aksi bunuh diri.

Secarik kertas yang bertuliskan “Makamkan kami dengan protokol kesehatan dengan satu liang” ditemukan ayah dan anak tersebut dalam kondisi tergeletak di kediamannya di Desa Ngembal Kulon, Suci, Kamis (8/10/2020) pukul 17. 00 WIB.

Disitat dari Antara , Jumat (30/10/2020), percobaan pati padam diri itu dilakukan EG sebab dirinya merasa terpapar Corona. Tetapi, saat hendak berniat mengakhiri tumbuh, pelaku melihat anaknya tengah menonton televisi sendirian. EG pun langsung terpikir untuk menghabisinya juga.

Diduga aktivitas pembunuhan itu dilakukan lantaran pelaku ingat jika beberapa hari sebelum kejadian anaknya yang sakit sesak napas juga diyakini ikut terpapar COVID-19 sehingga ikut dibunuh.

Anak korban terlihat di kursi dengan posisi tergulung sarung dan EG ditemukan membungkang di lantai dengan tangan kiri mengeluarkan darah yang diduga melangsungkan bunuh diri usai menjerat anaknya.

Terkaan percobaan bunuh diri tersebut, EG berhasil diselamatkan sedangkan anaknya IM meninggal ketika dalam perjalanan menuju RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Setelah ditangkap, polisi pun telah memeriksa kejiwaaan dari EG terkait aksi nekatnya yang menewaskan sang anak. Tes kejiwaan itu dijalani EG dalam Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr Amino Semarang.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan, lantaran hasil pemeriksaan, tak ada tanda-tanda EG mengalami gangguan jiwa.

“Karena hasil tes kejiwaan pelaku kondisinya normal, maka secara psikologis benar-benar segar dan tidak ada gangguan kejiwaan. Untuk itu, kasus pidananya tentu dilanjutkan, ” kata dia.

Untuk era ini, kata dia, pelakunya sedang menjalani penahanan sambil menunggu berkas kasusnya lengkap. Hasil pemeriksaan asal oleh pihak kepolisian, EG mengesahkan perbuatannya yang membuat anaknya wafat.