MDMC Muhammadiyah: Libatkan Masyarakat Mengurus Jenazah Covid-19

Petugas memakamkan jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah Budi Setiawan, menyarankan agar keluarga korban Covid-19 ikut dilibatkan dalam proses pemulasaraan jenazah

SuaraSulsel. id – Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah Budi Setiawan, menyarankan agar keluarga korban Covid-19 ikut dilibatkan dalam proses pemulasaraan jenazah.

Hal ini dilakukan agar ke depannya, kepercayaan masyarakat kepada tim medis dan satgas tidak berkurang.

Gawat kepercayaan masyarakat kepada tim medis dan satgas penanganan jenazah Covid-19 dinilai terus menguat.

Hal ini dibuktikan dengan maraknya kasus pengambilan jenazah secara paksa. Maupun pembongkaran makam jenazah Covid-19 di sejumlah wilayah.

“Libatkan masyarakat dalam proses pengurusan jenazah, bisa saat mensalatkan atau melibatkan mereka saat menyiapkan liang kuburnya, ” kata Budi dalam webinar dengan tema “Pemulasaraan Jenazah Sebab Covid-19” yang digelar Satgas Covid-19 MUI,   Senin (02/11/2020).

Menurut Tabiat, ketidakpercayaan masyarakat kepada tim medis dan satgasdalam pengurusan jenazah mampu dimaklumi. Hal ini mengingat, terutama bagi masyarakat muslim yang menyangsikan kelayakan pengurusan jenazah yang dilakukan.

“Banyak masyarakat itu ragu, apakah jenazah keluarganya sudah dipenuhi hak-haknya jadi jenazah, dan apakah sudah cocok dengan syariah tajhizul janazah (pengurusan jenazah), ” ujar dia.

Budi terpendam, selain meningkatkan kepercayaan kepada tim medis, keikutsertaan keluarga dalam cara pengurusan jenazah adalah hak yang harus dipenuhi.

Asalkan tetap memenuhi pengampu protokol kesehatan. Guna mencegah penularan Covid-19.

“Keluarga boleh melihat jenazah dengan jarak minimal 3 meter, secara catatan tidak menyentuh secara tepat, ” imbuhnya.