Peristiwa Meningkat, Satgas Covid-19 Minta Tokoh Agama Menjadi Suri Tauladan

Suara. com – Selama dua pekan belakang, kasus virus corona Covid-19 pada Indonesia terus mengalami peningkatan. Kemajuan selama dua hari ini biar tercatat di atas 5. 000 kasus.

Bahkan tiga hari yang lalu, angka kasus kembali mencapai rekor tertinggi selama pandemi Covid-19 di Indonesia, yakni lebih dari 5. 400 kasus.

Tentunya, hal ini berdampak pada keterisian ruang isolasi serta ICU. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, mengatakan ruang isolasi dengan semula terisi 32 persen saat ini naik menjadi 53 persen.

Sedangkan di ruang ICU, keterisian berada di angka 68 persen pada 98 rumah sakit rujukan di Jakarta. September lalu, angka keterisian ini sempat berada di angka 83 persen.

Baca Juga: Doni Ultimatum Habib Rizieq Denda Rp 100 Juta jika Kembali Langgar Prokes

Doni Monardo mengingatkan bahwa ruang isolasi maupun ICU ini tidak dapat penuh sehingga sesegera mungkin kudu diatasi. Masyarakat diimbau untuk pasti melaksanakan protokol kesehatan secara ketat karena itu merupakan salah mulia kunci utama dalam mencegah penularan virus, terutama dalam hal menjauhi kerumunan.

“Masyarakat agar mengingatkan satu sama lain agar tidak menimbulkan gerombolan. Berdasar data, peningkatan pakai kedok dan cuci tangan sudah indah, tapi jaga jarak dan menghindari keramaian ini belum optimal, ” ujar Doni Monardo, dalam konferensi pers di Wisma Atlet Jakarta, Minggu (15/11/2020) sore.

Kesadaran pribadi maupun kolektif, ujar Doni, diperlukan di dalam kerja sama pemerintah dengan klub dalam menghadapi Covid-19. Ia pun menggarisbawahi peran strategis dari tokoh agama.

“Pemerintah butuh bantuan dari segenap asosiasi, terutama tokoh-tokoh agama yang sepatutnya bisa menjadi suri tauladan untuk bisa mengingatkan masyarakat kita semasa pandemi ini berlangsung agar bisa menghindari kerumunan, ” ujar Doni Monardo.

Ia juga menambahkan apabila kasus terus meningkat, Satgas kemungkinan akan merekomendasikan pada pemerintah agar libur panjang di akhir tahun belakang bisa diperpendek.

Mengaji Juga: Corona Naik, Keterisian Ruang Isolasi di Nusantara Naik Jadi 53 Persen