Pandemi Belum Berakhir, Setoran Pajak Masih Negatif 15 Persen

Suara. com – Pemerintah akan terus mendorong tanggapan negara walaupun di tengah status yang masih relatif sulit akibat pandemi covid-19.

Hal tersbeut dikatakan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN Kemampuan dan Fakta (APBN KiTa) Corak November 2020, yang diselenggarakan secara virtual pada Senin (23/11/2020).

“Dari sisi pengakuan pajak, meskipun kondisinya sangat pelik namun kita akan tetap memeriksa untuk menjaga penerimaan, dimana realisasi sampai dengan akhir Oktober adalah Rp 991 triliun atau sebesar 70, 6 persen dari target, ” kata Sri Mulyani.

Dirinya memasukkan, penerimaan pajak sampai akhir Oktober 2020 mengalami kontraksi 15, 6 persen dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga: Sri Mulyani: Penerimaan Negara Sejak Pajak Tahun Ini Terpuruk 18, 8 Persen

Berbagai jenis retribusi mengalami tekanan, karena adanya pemanfaatan insentif pajak yang diberikan pada seluruh perekonomian baik itu retribusi untuk karyawan, pajak PPh, maupun untuk PPN.

Untuk PPh Non Migas, hingga akhir Oktober 2020 telah tercapai 51, 65 persen daripada target yang ada dalam Perpes 72 Tahun 2020 yaitu Rp 450, 67 triliun dari target Rp 638, 52 triliun. PPH Non migas ini mengalami pengurangan 19, 03 persen dibanding tahun lalu.

“Ini menggambarkan kondisi ekonomi dengan masih mengalami tekanan yang betul dalam, ” kata dia.

Sementara itu, maka akhir Oktober 2020 penerimaan buat PPN & PPnBM mencapai 64, 82 persen dari Perpres 72 Tahun 2020 yaitu sebesar Rp 328, 98 triliun.

PBB dan retribusi lainnya mencapai hampir 100 persen dari target yaitu sebesar Rp 20. 92 triliun.

Baca Juga: Arahan Pajak Indonesia Anjlok 18, 8 Persen Pada Oktober 2020

Sedangkan penerimaan dari PPh Migas menyentuh 82, 77 persen dari tumpuan yaitu sebesar Rp 26, 37 triliun.