Kausa Rizieq Tolak Tes Corona, Mahfud Kumpulkan Sejumlah Pejabat

Suara. com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Patokan, dan Keamanan Mahfud MD datang mengumpulkan beberapa pejabat kementerian & lembaga untuk membahas pemimpin Depan Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang menolak diperiksa terpaut kesehatan dan perkara kerumunannya.

Rapat harmonisasi itu dilakukan Mahfud dengan Kepala BNPB/Ketua Satgas Covid-19, Ditjen P2P Kemenkes, Dirjen Imigrasi Kemenkumham, Kadivkum Mabes Polri dan Jamintel Kejagung, dan Badan Intelijen Negara pada Minggu (29/11/2020).

Hasilnya, pemerintah meminta Rizieq untuk bersikap kooperatif memenuhi sejumlah penjagaan corona karena masuk dalam kontak erat kasus positif Covid-19 jadi pemerintah wajib melakukan 3T (testing, tracing, treatment).

“Kami sangat menyesalkan tingkah laku saudara Muhammad Rizieq Shihab dengan menolak dilakukan penelusuran kontak memikirkan yang bersangkutan pernah melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19. Awak meminta sekali lagi kepada klub luas, siapapun itu untuk kooperatif sehingga penganan covid-19 berhasil, ” kata Mahfud dalam jumpa pers usai rapat, Minggu (29/11/2020).

Baca Juga: Kasus Kerumunan, Mahfud MD Menjemput Rizieq Penuhi Panggilan Polisi

Mahfud menegaskan penelusuran kontak ini diatur dalam ketentuan khusus yakni, Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 mengenai Praktik Kedokteran dan UU 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Sehingga hak Rizieq untuk menegasikan memberikan data kesehatannya ke pemerintah yang diatur dalam UU 36 tahun 2009 tentang Kesehatan bisa dikesampingkan dengan dua UU di atas.

“Disini berlaku dalil Lex specialis derogat legi generali, bahwa kalau ada hukum khusus maka keyakinan umum seperti itu bisa disimpangi atau tidak berlaku, ” ucap Mahfud.

Tempat menegaskan, siapapun yang menghalangi aparat untuk melakukan pelacakan atau penyeliaan Covid-19 bisa dijerat pidana, sesuai ketentuan pasal 212 dan 216 KUHP.

Lebih lanjut, Mahfud juga mengenai Rizieq yang dikabarkan sudah bugar oleh beberapa pengikutnya seharusnya mampu segera memenuhi panggilan Satgas Covid-19 untuk tracing kasus, termasuk menutup panggilan Polda Metro Jaya terpaut kerumunannya.

Baca Serupa: Sentil Rizieq, Mahfud MD: Kalau Merasa Sehat Muncul Pemeriksaan!

“Kalau merasa diri bugar tentunya tidak keberatan untuk menutup panggilan aparat hukum memberikan informasi yang diperlukan demi keselamatan bersama. Karena seumpama pun merasa diri sehat tidak akan menulari orang lain, bisa saja karena beliau yang selalu menjadi kerumunan mampu saja beliau terancam ditulari oleh orang lain karena kontak erat dengan orang banyak yang secara teknis kesehatan itu membahayakan transmisi Covid-19, ” pungkas Mahfud.