Mengambil Terduga Teroris Poso Upik Lawanga, Densus Ungkap Rekam Jejaknya

Upik adalah terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang dianggap sebagai penerus Dr. Azhari.

SuaraSulsel. id – Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri mengungkap keterangan baru dibalik penangkapan terduga teroris Taufik Bulaga alias Upik Lawanga. Upik merupakan terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang disebut-sebut sebagai penerus Dr. Azhari.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan Upik ditangkap pada 23 November sekitar memukul 14. 35 WIB di Tiang Raya Seputih Banyak, Kabupaten Terkatung-katung Tengah, Lampung. Dia akhirnya ditangkap setelah berstatus buron sejak 2006 silam.

“Upik Lawanga merupakan asset paling berharga Jamaah Islamiyah atau JI karena UL merupakan penerus dari Dr. Azhari sehingga yang bersangkutan disembunyikan oleh kelompok JI dan berpindah wadah, ” kata Awi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (30/11/2020).

Berdasar hasil penyelidikan, Awi menyebutkan beberapa fakta hingga kasus tindak pidana terorisme yang membabitkan Upik di Sulawesi Tengah. Rinciannya;

Tahun 2004:

1) Pembunuhan Helmi Tembiling (Istri Anggota TNI AD di Sulteng);
2) Penembakan dan Pengeboman Gereja Anugrah: 12 Desember 2004;
3) Bom Gor Poso: 17 Juli 2004;
4) Bom Pasar Sentral: 13 November 2004.

Tahun 2005:
1) Peledak Pasar Tentena: 28 Mei 2005;
2) Bom Pura Landangan: 12 Maret 2005;
3) Bom Pasar Maesa: 31 Desember 2005.

Tahun 2006:
1) Peledak Termos Nasi Tengkura: 6 September 2006;
2) Bom Pusat Kawua: 9 September 2006;
3) Penembakan Sopir Angkot Mandale.

Tahun 2020:
1) Pembuatan Senjata Api Rakitan dan pembuatan Bunker;

“Tindak pidana terorisme yang dilakukan oleh UL selama berada di Poso telah mengakibatkan 27 orang saudara-saudara kita meninggal dunia dan 92 orang mengalami luka-luka, ” ungkap Awi.

Selain mengamankan Upik, Awi mengecap Tim Densus 88 Antiteror turut pula mengamankan sejumlah barang bukti. Beberapa barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya; delapan bilah senjata tajam, satu senjata sinar rakitan, satu senjata angin, satu crossbow, satu bilah panah, 13 peluru, dan bunker dengan kedalaman dua meter.