Hassan Wirajuda Award 2020, Perlindungan WNI Masa Pandemi Makin Berat

Suara. com – Perlindungan WNI di asing negeri menghadapi tantangan berat pada masa pandemi covid-19. Bila semasa ini nature perlindungan sudah mengandung, seperti kasus ketenagakerjaan, imigrasi, pidana, perdata dan lainnya, saat kala pandemi bertambah komplek dengan permasalahan berat dan berisiko tinggi.  

Seperti evakuasi WNI dari zona abang, repatriasi Jamaah Tabliq, penyelamatan beribu-ribu ABK hingga penyebaran bantuan ke WNI di berbagai pelosok negeri.

“Tantangan pandemi menunjukkan ketangguhan mesin diplomasi pelestarian Indonesia. Para diplomat tidak ada yang absen. Seluruh staf peserta di luar negeri bertaruh   nyawa masuk zona merah, mengambil akses transportasi untuk menyelamatkan WNI kita di luar negeri, ” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada acara penganugerahan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award (HWPA) yang dilaksanakan pada 18 Desember 2020.

Sampai dengan 18 Desember 2020, tercatat sebanyak 2. 283 WNI di luar negeri terpapar COVID-19, 1. 562 orang telah dinyatakan sembuh, dan 161 orang wafat dunia. Jumlah kasus WNI di luar negeri yang ditangani oleh Kementerian Luar Negeri pada tarikh ini mencapai 43. 000 kasus. Meningkat secara signifikan dari tahun 2019, yang mencatat adanya 24. 465 kasus.

Menangkap Juga: 23 Individu dan Lembaga Terima HWPA 2020, Upaya Negara Hadir Melindungi WNI

Terdapat sejumlah misi penting pelindungan yang berhasil dilaksanakan oleh Departemen Luar Negeri pada masa pandemi COVID-19, yaitu terdistribusikannya lebih daripada 500. 000 paket bantuan buat WNI di seluruh dunia; fasilitasi pemulangan 26. 791 ABK Nusantara ke Indonesia; serta pemulangan satu. 114 orang WNI anggota Jamaah Tabligh dari 13 negara ke Indonesia.

Menghadapi pandemi yang melanda seluruh dunia, Menlu Retno Marsudi mengutarakan, kompleksitas tantangan yang ditimbulkan sebab pembatasan pergerakan dan resiko kesehatan tubuh dan keselamatan, tidak menyurutkan daya seluruh elemen diplomasi Indonesia, bagus di pusat maupun di Peserta untuk tetap hadir melindungi, jelasnya Retno.

Pada kesempatan HWPA 2020 yang diselenggarakan secara hybrid ini, Menlu Rento memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para penggiat pelindungan & pemangku kepentingan atas peran, pengabdian serta kerja keras yang telah dilakukan dalam memberikan pelindungan pada WNI di luar negeri.

Menlu Retno mengantarkan 3 hal penting terkait siasat pelindungan yang dilakukan oleh Negeri selama pandemi

Pertama, pandemi ini menciptakan situasi yang unprecedented bagi cara pelindungan WNI. Menlu menekankan kalau situasi di lapangan selama periode pandemi sangatlah kompleks dimana terdapat keterbatasan mobilitas yang tidak jarang mengancam keselamatan jiwa.

Baca Juga: Awak Juri HWPA 2019 Verifikasi Pelayanan Publik KJRI Hongkong

“Disaat negeri dihadapkan dengan lonjakan kasus positif terhadap WNI kita… pada masa yang sama, kasus-kasus non-COVID seperti kentenagakerjaan, keimigrasian, kasus pidana dan perdata juga tetap harus ditangani” tegas Menlu Rento.

Kedua, tantangan pandemi COVID-19 telah menunjukan ketangguhan mesin pelindungan di seluruh perwakilan RI. Menlu menegaskan bahwa meskipun pada situasi sulit, tidak ada satupun Perwakilan RI yang absen menuntaskan kasus WNI.

Dalam hal ini, Pemerintah melalui Perwakilan RI tidak segan-segan untuk menyingsingkan lengan baju buat dapat membantu WNI yang terdampak COVID-19, bahkan hingga masuk ke zona merah. Bantuan diberikan bersifat paket bantuan sembako serta kemudahan repratiasi dan evakuasi.

Ketiga, Menlu Retno memberikan pandangan dan proyeksi muslihat pelindungan ke depan. “Kita masih perlu mengantisipasi bahwa COVID-19 belum sepenuhnya hilang di tahun-tahun mendatang” ujar beliau. Untuk itu, Kemlu berkomitmen mendorong pengembangan Sistem Pelindungan WNI yang dapat beradaptasi serasi kebutuhan dan tantangan pada masanya.

Dalam kesempatan ini pula, Menlu memberikan akan meningkatkan kapasitas dan kesiapan Pemerintah khususnya untuk merespon kebutuhan WNI di luar negeri kaya penguatan aspek sumber daya & pendataan serta pemanfaatan teknologi digital.